LANGKAT CN – Oknum Operator Sekolah (Ops) SMPN 3 Tangkahan Durian, Kecamatan Berandan barat, Kabupaten Langkat diduga cemarkan nama baik siswa berinisial STH yang saat itu masih duduk dibangku kelas 7.
“Saya tidak terima kalau anak saya dituduh melakukan aksi tawuran di gerbang jalan tol tangkahan durian beberapa pekan lalu dan hal tersebut viral di media sosial, ucap Nassib Hasibuan, 52 warga lingkungan Sei Rambung, Kelurahan Tangkahan Durian yang merupakan ayah kandung daripada STH Selasa (21/7/2026).
Padahal kata Nasib Hasibuan, saat ke 10 orang pelaku tawuran diamankan pihak Polsek pangkalan Berandan tersebut tidak ada pelaku atas nama STH, dan selain itu untuk memastikan kebenaran tudingan tersebut kepala sekolah SMPN 3 tangkahan durian telah melakukan komunikasi melalui telepone kepada pihak Polsek .
Komunikasi kepala sekolah dengan pihak Polsek pangkalan Berandan menyebut kalau atas nama STH anak dari Nasib Hasibuan tidak ada terlibat apapun dalam tawuran, dan wajah yang mirip dengan STH tersebut adalah bernama Riyan yang diduga merupakan otak dari tawuran tersebut, ucap Nasib Hasibuan menirukan pembicaraan Polsek dengan kepala sekolah.
Lebih lanjut dikatakan Nasib Hasibuan, dia mengakui kalau anaknya berinisial STH tersebut ber prilaku bandal di sekolah, dan telah menerima surat panggilan dari pihak sekolah terhadap dirinya selaku orangtua.
Akhirnya atas kesepakatan pihak sekolah dan kedua orangtua STH akhirnya STH dipindahkan ke sekolah lain, dan jika tidak dipindahkan maka akan tinggal kelas.
Mendengar penjelasan dari pihak sekolah, kedua orangtua STH akhirnya memilih memindahkan STH ke SMPN Garoga Tapanuli Utara.
Saat mengurus kepindahan STH, ibu kandung dari STH merasa dipersulit dengan tidak melampirkan raport STH tersebut, sehingga ibu kandung STH tidak dilayani pihak dinas Pendidikan dan Pengajaran (P d P) Langkat, yang mengakibatkan ibu kandung daripada STH berkali-kali mendatangi dinas P d P Langkat di Stabat.
Selanjutnya saat ibu kandung dari STH kembali membawa berkas pindah anak nya, saat itu ibu kandung STH tersentak mendengar tudingan salah seorang staf dinas yang mengatakan kalau STH melakukan kejahatan tawuran.
“Saya tidak terima anak saya dikatakan melakukan kejahatan tawuran dan viral di medsos, karena imbas daripada tudingan yang telah viral tersebut mengakibatkan mentalitas STH down.
Selain itu perbuatan oknum ops sekolah tersebut termasuk perbuatan bully dan pencemaran nama baik seluruh keluarga, ucap Nasib Hasibuan.
Kepala sekolah SMPN 3 Tangkahan Durian Juliani S Sg Mpd dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan, dia selaku kepala SMPN 3 Tangkahan durian telah melakukan kordinasi terkait adanya siswa berinisial STH ikut serta melakukan tawuran.
Juliani merasa puas atas penjelasan dari Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Berandan yang mengatakan kalau wajah yang mirip dengan STH tersebut adalah Riyan yang sudah tidak sekolah dan merupakan otak pelaku tawuran tersebut, dan sudah diamankan dari rumah nya, sebut Juliana.
Juliana tidak menyangka kalau kabar telah sampai ke Dinas P d P Langkat mengenai siswa berinisial STH ikut aksi kejahatan tawuran, dan dia tidak mengetahui siapa yang menyampaikan kabar tidak benar tersebut ke Dinas P d P.
Ops SMPN 3 tangkahan durian berinisial AYH mengatakan kalau perkataan yang dia lontarkan ke Dinas P d P tersebut bukan tudingan tapi dugaan.
“Saya tidak ada mempersulit berkas pindah dari STH dan saya mengatakan tawuran ke Dinas P d P tersebut hanya dugaan” kilah AYH.(zn)















