BANNER IKLAN

Aneh..! Saksi Jadi Tersangka,Tersangka jadi Saksi, Warga Demo Polsek Percut Sei Tuan

oleh -548 views
oleh

Medan| Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Jalan sidomulyo berbuntut panjang. Setelah kejadian kemarin pada Senin (6/7/2020), warga menggelar aksi  demo di depan Mapolsek Percut Sei Tuan Jalan Letda Sujono no 50 Medan

Aksi demo warga, menuntut agar polisi membebaskan saksi kasus pembunuhan di Jalan Sidomulyo Dusun XIII  RT 4 Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan, yang diketahui bernama Sarpan (57).

Menurut pengakuan istri Sarpan, dia melihat suaminya dalam kondisi wajah lebam ri ruangan sel tahann Polsek Percut Sei Tuan ” awalnya dia kan sebagai saksi, namun mengapa jadi begini keadaanya ” katanya.

Dari penuturan istri, kepada tim media, menjelaskan bahwa,

BACA  Miliki Sabu, Seorang Buruh Harian Ditangkap Sat Narkoba Polres Tebing Tinggi

” dihari pertama saya tidak diberikan izin menjenguk suami, keesokan hari pun setelah saya datang kembali masih juga tidak diberi izin. Saat itu, ketika ada orang lain yang menjenguk, saya ikut dengan mereka ” bebernya kepada awak media.

” Saya lihat keadaan suami saya sudah bonyok-bonyok (lembam) dan saya menangis melihat kondisi suami saya pada saat itu, saya tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh pihak Polsek Percut Sei tuan, jelasnya.

” Setibanya dirumah, saya menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya. Lalu keluarga beserta warga datang ke Polsek Percut Sei Tuan, dan meminta agar pihak polsek percut sei tuan membebaskan suami saya, tandasnya.

BACA  Miliki Sabu, Seorang Buruh Harian Ditangkap Sat Narkoba Polres Tebing Tinggi

Sarpan sendiri saat dimintai keterangan atas apa yang di alaminya pada saat diperiksa oleh penyidik, menjelaskan kepada tim media ” bahwa waktu itu di katakan oleh penyidik, udah ngaku aja,  kau ada selingkuh dengan yang punya rumah, karna korban melihat hal itu, maka kau bunuh ” kata sarpan menirukan ucapan penyidik saat itu.

Kemudian sarpan menceritakan kembali tentang kejadian di dalam ruang sel tahanan ” didalam sel saya di suruh ke kamar mandi, cuci kaki, kemudian di suruh jongkok dengan diletakan sabatang kayu di belakang lutut, selanjutnya dari belakang ada beberapa orang menutup mata dan mulut saya, lalu saya di pukuli di bagian dada dan perut, kemudian dipijak-pijak oleh orang yang di dalam tahanan, jelasnya sambil menangis.

BACA  Miliki Sabu, Seorang Buruh Harian Ditangkap Sat Narkoba Polres Tebing Tinggi

Ironisnya, penyidik menyuruh saya mengakui sebagai pelaku pembunuhan, tapi saya jawab ” lebih baik saya mati dari pada mengakui yang bukan saya lakukan ” tambah Sarpan.

” Saya juga mengalami penyetruman di Polsek Percut Sei Tuan. Saya meminta keadilan kepada bapak Presiden, Bapak Kapolri, Bapak Kapolda dan Kompolnas,( komisi polisi nasional). Saya hanya pekerja bangunan mohon keadilan tanpa ada pandang buluh di negara hukum yang berlaku ucapnya.

( Mujiman/Samsul ).

No More Posts Available.

No more pages to load.