Aceh timur,Cakrawala Nusantara Id, puluhan miliar uang Negara Habis untuk pembangunan inpres jalan Daerah (IJD) lhoknibong kecamatan Pante Bidari, kini jadi perbincangan masyarakat yang melintasi, banyak nya masyarakat merasa kecewa dengan pembangunan pengapalan jalan di duga Asal jadi, terkesan tidak berkualitas, senin 4 Juli 2024
pasalnya pengerjaan proyek pembangunan pengapalan Inpres Jalan Daerah (IJD) lhoknibong Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur, menghabiskan uang Negara puluhan miliaran rupiah untuk pembangunan jalan induk bagi masyarakat kemungkiman blang sunong Kecamatan Pante Bidari kabupaten Aceh timur,
Salah satu warga yang tidak mau disebut namanya mengatakan pada media ini, pengaspalan jalan ini di khawatir tidak dapat di manfaatkan untuk lebih lama oleh masyarakat di daerah kami,, utama bagi pengguna kendaraan yang lalu-lalang ,, kenapa saya bilang begitu terlihat kerusakan keretakan di tengah badan jalan meluas,, ada beberapa tempat seperti di Desa buket kareung di di Seuneubok saboh padahal baru empat (4) bulan, selesai dikerjakan,, sudah terdapat kerusakan keretakan, ini khawatirkan dalam waktu yang tidak akan lama, sepanjang jalan tersebut akan terjadi kerusakan lebih parah lagi, katanya
Padahal Anggaran Paket Proyek jalan Inpres itu, bersumber dari dana Inpres 2023 di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Kementerian PUPR, merupakan paket section 1( E katalog ) yang dikerjakan oleh PT Bohana jaya Nusantara, dengan pagu Rp 37.326 miliar mulai dari Desa Menasah sunong sampai dengan Desa pante rambong, jalan tersebut bertempat di kecamatan Pante Bidari kabupaten Aceh timur
Tokoh masyarakat Pante Bidari, Zulkifli Aneuk syuhada meminta pihak Balai untuk meng evaluasi Pt Bohana jaya Nusantara sebagai pelaksana pekerja proyek pengaspalan pembangunan jalan inpres lhoknibong,, bertanggung jawab untuk memperbaiki jalan yang rusak karena masih dalam masa pemeliharaan katanya
Lanjutnya juga meminta kepada Tim Teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional kementerian (PUPR) dan Pihak BPK Pusat dan Provinsi Aceh, untuk melakukan pemeriksaan kembali.
Supaya melakukan uji Forensik kontruksi dengan cara “Core drill” ulang untuk melihat ketebalan Aspal di Lapangan serta perlu dilakukan audit fisik secara keseluruhan ujarnya,,
Team : CN













