DPD KNPI Sumsel: Minta Proses Oknum Polres Dugaan Salah Tangkap  

oleh

Empat Lawang, Sumsel. CN – Rudianto Widodo Ketua DPD KNPI Sumatera Selatan ikut memberikan pandangan terkait peristiwa yang diduga salah tangkap terhadap warga yang jelas seorang pekerja buruh bangunan, sebagai kuli dan kuli harian bongkar pepaya atas nama Jimi Suganda, asal Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, diduga menjadi korban salah tangkap oleh oknum Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Empat Lawang, Polda Sumatera Selatan. pada Jum’at (06/03) lalu.

BACA  Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi Amankan Pengedar dan 15,43 Gram Sabu di Losmen Delima

 

example banner

Jimi ditangkap atas tuduhan terlibat dalam perampokan sepeda motor dan handphone milik korban Hely Ziyah. Namun penangkapan tersebut menuai sorotan publik, mulai dari masyarakat umum, para advokat dan sejumlah aktivis ternama di Sumatera Selatan berdasarkan hati nurani masing – masing. Semua menilai bahwa aparat penegak hukum harus lebih berhati-hati dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka.

 

Rudianto Widodo selaku Ketua DPD KNPI Sumsel meminta agar oknum aparat yang melakukan kesalahan dalam proses penangkapan tersebut diproses secara hukum apabila terbukti salah tangkap atau tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku.

BACA  Dugaan Praktik ilegal Penampungan atau " KENCING ' Crude Palm Oil (CPO).

 

Menurut Keyakinan kami, penegakan hukum harus berjalan secara profesional dan tidak boleh merugikan masyarakat yang tidak bersalah, tidak semudah itu dalam menetapkan tersangka apalagi bukti dan saksi tidak valid. “Jika memang nanti hasil praperadilan terbukti bahwa terduga Korban Salah Tangkap (Jimi Suganda) tidak melakukan perbuatan tersebut, maka kami meminta oknum polisi yang melakukan salah tangkap harus diproses secara hukum” Tegasnya.

BACA  Cegah Aksi 3C dan Curanmor, Sat Binmas Polres Tebing Tinggi Sambangi Alfamart

 

Ia juga menekankan pentingnya pihak kepolisian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penyelidikan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. “Kasus seperti ini harus menjadi pelajaran agar aparat lebih teliti lagi dalam melakukan penyelidikan dan penangkapan. Jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban kesalahan prosedur,” Tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.